Privat Perdana Menulis yang Baik dan Benar Bersama Rudy Prasetya, M. Med. Kom.: Mengenal Soft News dan Kiat Menulisnya

Sidoarjo — Langkah awal untuk menjadi penulis yang baik dimulai dari keberanian menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan privat perdana menulis yang baik dan benar bersama Rudy Prasetya, M. Med. Kom., yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 15.45 WIB, bertempat di ruang kelas XII-A1 SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.

Pada pertemuan perdana ini, peserta terdiri dari tiga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan satu guru mata pelajaran Agama Katolik mendapatkan materi awal mengenai penulisan soft news. Materi tersebut menjadi pengantar penting untuk memahami bagaimana sebuah peristiwa dapat dikemas menjadi tulisan yang menarik, informatif, dan enak dibaca. Soft news tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga berusaha menghadirkan sisi humanis, menarik, dan dekat dengan kehidupan pembaca.

Dalam pembelajaran tersebut, Rudy Prasetya, M. Med. Kom. memberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan ide, sudut pandang, judul, pembuka tulisan, serta alur penyajian informasi. Penulis perlu mampu memilih fakta yang relevan dan mengolahnya menjadi tulisan yang memiliki daya tarik tanpa mengabaikan ketepatan informasi.

Salah satu kiat penting dalam menulis soft news adalah menentukan sudut pandang yang jelas. Sebuah peristiwa yang sama dapat menghasilkan tulisan yang berbeda apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, penulis harus mampu menemukan sisi unik atau menarik dari sebuah peristiwa.

Selain itu, penulis juga perlu membuat lead atau paragraf pembuka yang menarik. Lead menjadi bagian penting karena berfungsi mengundang pembaca untuk melanjutkan membaca. Pembuka dapat dimulai dari fakta menarik, kisah seseorang, suasana sebuah tempat, maupun peristiwa yang memiliki nilai. Penulis sebaiknya menghindari kalimat yang terlalu panjang dan berbelit-belit. Setiap paragraf hendaknya memiliki gagasan yang jelas sehingga informasi dapat diterima pembaca dengan mudah.

Dalam menulis soft news, fakta tetap menjadi dasar utama. Meskipun gaya penulisannya lebih menarik/ tidak kaku dibandingkan hard news, informasi yang disampaikan harus tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis juga perlu melakukan observasi dan, jika diperlukan, wawancara untuk memperkaya informasi.

Melalui latihan dan evaluasi secara bertahap, kemampuan menulis diharapkan dapat berkembang, mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, menulis naskah, hingga melakukan penyuntingan. “Apakah ada yang tahu Bapak/Ibu tentang niat menulis itu?” tanyanya. “Menulis, menulis, dan menulis,” terangnya. (Oty Meigan, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *